Dukung Bali Green Province, Wagub Apresiasi Program ‘lebih Green Village’

  • 05 Juni 2011
Dukung Bali Green Province, Wagub Apresiasi Program ‘Lebih Green Village’

Langkah proaktif krama Desa Pakraman Lebih, Gianyar menghijaukan lahan tidur menjadi hutan produktif menggandeng pihak ketiga mendapat dukungan dan penghargaan Pemerintah Provinsi Bali. Dalam peresmian program Lebih Green Village (LGV), nama program itu, di Banjar Beten Kelod, Desa Pakraman Lebih, Gianyar, Minggu, 5 Juni 2011 pagi, Wagub Bali Drs. Puspayoga mengatakan, Pemprov menyambut baik langkah ini karena dimaksudkan untuk mendukung perwujudan Bali sebagai Provinsi Hijau. "Kami menyambut baik penanaman pohon ini sebagai wujud dukungan Desa Lebih pada program Bali Green Province," kata Wagub.

Dihadapan 300 krama Lebih, ratusan siswa/siswi SLTP dan SLTA se Gianyar, Bupati Gianyar Cok Artha Ardhana Sukawati, Wabup Dewa Made Sutanaya, Ketua Yayasan KORPRI Bali Oka Wisnu Murti, Rektor Unwar Made Sukarsa, Kepala Kebun Raya Eka Karya I Nyoman Lugra, Kades Lebih I Wayan Gede Pradnyana, Bendesa Lebih I Wayan Sepot, Ketua LGV I Made Suweta, dan Direktur PT HM Sampoerna Tbk Yos Adiguna Ginting selaku sponsor, Wagub Puspayoga mengatakan bahwa program Bali Pulau Hijau/Organik dicanangkan pertama kali oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada Pebruari 2010 dalam Sidang Badan Lingkungan Hidup Dunia (UNEP -PBB) di Nusa Dua Bali. Keberhasilan program itu, katanya, tidak bisa ditentukan hanya oleh pemerintah, akan tetapi sangat memerlukan dukungan semua komponen masyarakat Bali.
Wagub menegaskan, penanaman dan penumbuhan pohon penghijauan seperti ini memiliki arti sangat penting untuk mewujudkan Bali sebagai Provinsi Hijau. Wagub pun menghimbau agar seluruh komponen masyarakat Bali mengikuti langkah terobosan krama Lebih dengan terus melakukan penanaman dan penumbuhan pohon penghijauan. Dengan begitu Bali Bali Green Province lebih cepat terwujud dan lingkungan Bali menjadi semakin baik.

Lanjut Wagub Puspayoga mengemukakan, penghijauan seperti ini bukanlah satu-satunya upaya untuk mewujudkan Bali Green Province. Masih ada dua langkah besar lain yang harus dilakukan yakni Bali Clean and Green dan Green Economi. Bali clean dan green dimaknai sebagai langkah menjadikan lingkungan Bali bersih dan bebas sampah plastik, sedangkan green economi dimaknai sebagai aktivitas ekonomi yang ramah lingkungan. Penghijauan dengan menanam dan menumbuhkan 4.500 pohon tanaman langka bantuan PT HM Sampoerna seperti majegau, boni, salam, rijasa, cemara pandak, sentul dan mundeh seperti dilakukan ini merupakan perwujudan green culture. Jika green culture berhasil, kemudian Bali clean and green juga berhasil, maka green economi akan dapat terwujud.
Bupati Cokorda Artha Ardhana Sukawati juga menyambut baik LGV. Katanya, LGV menunjukkan langkah nyata konsep Tri Hita Karana (THK) sehingga THK tidak sebatas wacana. Bupati pun berharap langkah Desa Lebih dapat dijadikan acuan oleh desa parkaman lain di Gianyar. Untuk itu, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Desa Pakraman Lebih atas inisiatifnya.
Krama Desa Pakraman Lebih mengambil inisiatif ini karena diwilayahnya ada lahan tidur yang belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, lahan tidur itu bisa dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan desa. Itu sebabnya, krama desa sepakat untuk memanfaatkan lahan tidur itu dengan program LGV. " Program ini merupakan aktualisasi konsep Tri Hita Karana yang sekaligus dimaksudkan untuk menyelaraskan program desa dinas dengan desa pakraman dalam kebersamaan filosofis sagilik, saguluk, salunglung sabayantaka," kata Ketua Panitia Kegiatan I Made Suweta. Desa Lebih menggandeng Pemprov Bali, Pemkab Gianyar, LIPI, Unwar, dan PT HM Sampoerna untuk mewujudkannya.
Peresmian LGV ini ditandai penandatanganan prasasti oleh Wagub Drs.Puspayoga, Bupati Gianyar Cok Ace, Kepala Kebun Raka Eka Karya, Ketua Yayasan KORPRI Bali, Rektor Unwar, Direktur PT HM Sampoerna, Kepala Desa Lebih, Bendesa Lebih dan Ketua LGV, penyerahan bibit penghijauan dan penanaman pohon penghinjauan oleh Wagub Drs. Puspayoga, Bupati Coka Ace dan Wabup Dewa Sutanaya, diikuti undangan lain dan masyarakat setempat.

  • 05 Juni 2011

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita